Membangun Pola Asuh Islami untuk Mengatasi Dampak Toxic Parenting Berdasarkan Q.S. At-Tahrim: 6
DOI:
https://doi.org/10.61086/jstiudh.v12i6.96Kata Kunci:
Toxic Parenting, Kesehatan Mental, KomunikasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif pola asuh Islami berdasarkan Q.S. At-Tahrim ayat 6 sebagai solusi teologis-psikologis untuk memitigasi dampak toxic parenting pada anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Metode tafsir yang diaplikasikan adalah metode tematik (maudhu'i) guna menghimpun ayat, riwayat, dan penafsiran mufasir, kemudian disinkronisasikan dengan teori psikologi modern mengenai toxic parenting melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. At-Tahrim ayat 6 tidak hanya berisi perintah normatif, tetapi secara fundamental melarang segala bentuk pengasuhan destruktif (Al-Wālidu As-Sāmm) yang merusak fitrah anak. Kegagalan menjaga kesehatan mental anak dikategorikan sebagai bentuk pengkhianatan amanah Allah. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada rekonstruksi makna batin ayat tafsir klasik yang dikontekstualisasikan ke dalam bentuk dekonstruksi trauma pengasuhan intergenerasional. Implikasi dari penelitian ini menuntut perubahan paradigma pengasuhan dari model kontrol otoriter ke model komunikasi emosional berbasis tarqiq (kelembutan) seperti teladan Luqman al-Hakim. Penelitian ini memberikan peta jalan kuratif bagi orang tua untuk melakukan rehabilitasi perilaku psikologis pribadi sebelum menerapkan pengajaran syariat formal kepada anak.







