Langkah Mempertahankan Integritas Metodologis Studi Al-Qur’an dan Tafsir di Tengah Disrupsi Teknologi Kecerdasan Buatan

Penulis

  • Mujiadi Mujiadi Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul Hikmah

DOI:

https://doi.org/10.61086/jstiudh.v12i6.99

Kata Kunci:

Studi Al-Qur’an, Metodologi Tafsir, Kecerdasan Buatan, Epistemologi, Etika Penelitian

Abstrak

Disrupsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara fundamental cara pengetahuan diproduksi, disebarluaskan, dan dikonsumsi dalam dunia akademik kontemporer. Fenomena ini juga merambah bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir, yang secara tradisional dibangun di atas fondasi metodologis yang ketat, otoritas keilmuan, dan tanggung jawab epistemologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tantangan dan implikasi penggunaan AI dalam studi Al-Qur’an dan Tafsir dengan menyoroti tiga dimensi utama, yaitu epistemologis, teknis, dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka kritis terhadap literatur klasik Ulūm al-Qur’ān, kajian tafsir, serta literatur kontemporer mengenai etika dan epistemologi AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu penelitian, teknologi ini tidak memiliki kapasitas epistemik untuk menghasilkan ilmu tafsir dalam pengertian metodologis. Oleh karena itu, diperlukan strategi sistematis berupa penguatan literasi metodologis, kolaborasi lintas disiplin, serta kerangka regulatif dan etis yang ketat guna memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak mengaburkan batas antara informasi, pengetahuan, dan otoritas ilmiah dalam studi Al-Qur’an dan Tafsir.

Diterbitkan

2026-06-21

Cara Mengutip

Mujiadi, M. (2026). Langkah Mempertahankan Integritas Metodologis Studi Al-Qur’an dan Tafsir di Tengah Disrupsi Teknologi Kecerdasan Buatan. Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir Dan Hadits, 12(6), 28–41. https://doi.org/10.61086/jstiudh.v12i6.99